Chrysochroa fulminans, The Jewel Beetle

Hello readers,

Today, I’m gonna make a review about Chrysochroa fulminans. That’s a beetle (Coleoptera, Buprestidae) with a green metallic color all over its body. I’m interested to this beetle because its color. If you look it from different side, you can see the different color on each side. Most of Buprestidae family are colorful so that the beetles were targeted by many collectors of insect.

Back to the Chrysochroa fulminans. I wanna know more about this beetle because of my task in Basic Entomology course requires me to collect insects.ย  This beetle is common insect of Hibiscus tiliaceus tree in Indonesia. When I was little, I liked to find this beetle at the tree around my house. But people nowadays said that this beetle is rare to be found. Then I checked at that tree, I found just 6 beetles whereas 15 years ago, I could find more than 20 beetles at a tree.

These beetles are hunted, that’s why they’re difficult to be found. If you search in Google with keyword Chrysochroa fulminans, you’ll find so many sites which sells these insects preserved. No question why, because of its color and its hard elytra, the beetle is widely used as a pendant or other accessories. But, commonly in Indonesia, it used as “susuk“. From Wikipedia, “Susuk” are needles made of gold or other precious metals, which are inserted into the softtissues of the body to act as talismans. Susuk has various supposed purposes, ranging from the purely aesthetic to the treatment of joint pains and other minor ailments. This practice are also used as protection against injury and accidents.

But you know, this beetle is quite difficult to be stabbed ๐Ÿ˜€

Chrysochroa fulminans preserved

Image Credit : http://www.butterfly-designs.com/insects/2299.htm

Indonesian Translate :
Hari ini, saya akan membuat review tentang Chrysochroa fulminans. Itu adalah kumbang (Coleoptera, Buprestidae) berwarna hijau metalik di seluruh tubuhnya. Saya tertarik pada kumbang ini karena warnanya. Jika anda melihat dari sisi yang berbeda,ย  anda dapat melihat warna yang berbeda-beda pada setiap sisinya. Sebagian besar famili Buprestidae berwarna-warni terang sehingga kumbang banyak diburu untuk dijadikan koleksi.

Kembali ke Chrysochroa fulminans. Saya ingin tahu lebih banyak tentang kumbang ini karena tugas saya pada mata kuliah Entomologi Dasar mengharuskan saya untuk mengumpulkan serangga. Kumbang ini adalah serangga umum dari pohon Hibiscus tiliaceus (Pohon Waru) di Indonesia. Ketika saya masih kecil, saya suka mencari kumbang ini di pohon di sekitar rumah saya. Tetapi saat ini banyak yang mengatakan bahwa kumbang ini sudah susah untuk ditemukan. Lalu saya periksa di pohon itu, saya menemukan hanya 6 kumbang sedangkan 15 tahun yang lalu, saya bisa menemukan lebih dari 20 kumbang pada satu pohon.

Kumbang ini diburu, itulah sebabnya mereka sulit ditemukan. Jika anda mencari di Google dengan kata kunci Chrysochroa fulminans, anda akan menemukan begitu banyak situs yang menjual serangga-serangga ini dalam bentuk awetan. Tidak perlu ditanya mengapa, karena warna dan elytra -nya yang keras, kumbangย  ini jadi banyak digunakan sebagai liontin atau aksesori lainnya. Tapi, umumnya di Indonesia, kumbang ini digunakan sebagai “susuk”. Dari Wikipedia, “susuk” adalah jarum yang terbuat dari logam mulia emas atau lainnya, yang dimasukkan ke dalam jaringan tubuh untuk digunakan sebagai jimat. Susuk memiliki tujuan beragam, mulai dari estetika murni untuk pengobatan nyeri sendi dan penyakit ringan lainnya. Praktek ini juga digunakan sebagai perlindungan terhadap cedera dan kecelakaan.

Tapi tahukah anda, kumbang ini cukup sulit untuk ditusuk : D

Advertisements

7 thoughts on “Chrysochroa fulminans, The Jewel Beetle

  1. Mas, saya bersyukur ada artikel ini, saya sudah mengumpulkan banyak sekali data tentang chrysocroa fulminans sp, dan memang benar, banyak sekali situs yang memperjual belikan kumbang jenis ini dengan harga yang mahal, itu yang ada di gambar pasti harganya 79 USD kan ? hhaha saya sempet download juga gambar yang sama.

    oh ya, bagaimana dengan siklus hidup samberlilin ini mas ? saya sudah mencari dengan berbagai referensi tapi hanya menemukan satu jenis spesies yaitu sejenis jewel beetle juga dari jepang yang hidup sebagai hama di kayu rumah tua
    http://en.wikipedia.org/wiki/Chrysochroa
    nah, masalahnya, apakah semua genus chrychrosoa seperti itu ? berapa usia larvanya ? berapa lama ia menjadi pupa, dan berapa umur serangga ini setelah imago, atau dewasa ? sangat susah sekali mencari artikel yang benar-benar menjelaskan semua itu

    di tempat saya, binatang ini mendiami pohon flamboyan, jeruk keprok, jeruk bali dan waru juga, muncul di musim hujan dan suka melubangi pohon, apalagi larvanya, tapi belum jelas bagaimana ia bisa bereproduksi, berapa usia telur dan seterusnya, saya ingin menjadikan binatang ini sebagai tokoh fiksi ilmiah di novel saya, tapi karena kurangnya bahan, untuk sementara saya harus browsing dulu dan kebetulan nemu blog anda, mohon konfirmasi dan jawabanya, jika anda bisa membantu saya akan jadikan blog ini sebagai salah satu daftar pustaka, trims mas

    • dari yang saya baca dari A manual of dangerous insects likely to be introduced in the United States through importations by Dwight, ini dikarenakan fase larva-nya merupakan penggerek (borer) pada tanaman kakao, penjelasan lebih lanjutnya saya masih mencari tahu ๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s